Nasional

International

Hikmah

Kesehatan

Muslimah

Suami Ajak Nonton Film Dewasa, Bagaimana Hukumnya?

Wartadakwah.net - TANYA: Mohon maaf jika pertanyaan saya agak tidak sopan. Suami saya suatu kali mengajak untuk menonton film dewasa. Alasannya, karena bersama saya—istrinya. Apa hukumnya, Ustadz? Dan bagaimana sikap saya? Terima kasih.
DT

JAWAB: Syeikh Muhammed Salih Al-Munajjid di islamqa.ca menjawab hal ini.

Menonton pornografi haram hukumnya, apakah seseorang menikah atau tidak. Orang yang melakukan itu harus bertobat kepada Allah. Bagaimana seseorang dapat menonton hal-hal seperti dengan istrinya dan sang istri juga mengizinkan suami untuk menonton juga? Pada dasarnya, seorang perempuan itu lemah dan mudah dipengaruhi; menonton hal-hal tersebut mungkin saja dapat menyebabkan masalah antara pasangan yang mungkin berakhir dengan perceraian – dan Allah SWT sudah melarang.

Tidak diragukan lagi jika seorang suami melakukan hal itu ia kurang dalam ghirah (semangat berislam), dan menyebabkan dia berbeda dengan Muslim lainnya. Ia telah berbuat dayut karena sudah menyetujui hal cabul dan amoralitas dalam keluarga mereka.

Selain itu, menonton materi tersebut akan membuat orang jadi ringan soal amoralitas.

Mari kita memohon kepada Allah untuk menjaga kita agar aman dan sehat. Siapa yang telah melakukan dosa seperti itu berhati-hatilah dari hukuman Allah; ajak dia agar cepat-cepat bertobat. Dia harus memikirkan sesuatu yang dapat membantu istrinya untuk tetap suci, bukan terhadap hal-hal yang akan mendorong tindakan tidak bermoral. Wallahu a’lam. [islampos]

Fahri Hamzah: Membangun Potensi Maritim Lebih Prioritas daripada Proyek Kereta Cepat

Wartadakwah.net - WAKIL Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam diskusi publik “Stop Rencana Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung” mengingatkan agar Presiden Joko Widodo tidak lupa dengan janjinya yang ingin membesarkan potensi maritim Indonesia.
 
“Konsep maritim Indonesia adalah konsep Jokowi yang paling saya kagumi sejak kampanye dulu. Karena memang sudah lama bangsa kita dalam pembangunannya lupa daratan,” ujarnya di Gedung DPR RI, Selasa (2/2/2016).

Jadi, kata Fahri, kalau Presiden Jokowi konsisten dengan visi tersebut, pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung jelas salah alamat. “Missed the point completely,” imbuhnya.

Fahri juga menegaskan jangan sampai proyek yang menghabiskan dana USD 5,5 miliar atau sekira Rp. 70 triliun ini sekadar menjadi mainan baru. “Jokowi’s New Toy,” ujarnya.

Dirinya mendesak agar pemerintah melakukan kajian ulang dan mengembalikan visi poros maritim yang selalu digaungkan Jokowi pada saat kampanye.

“Bangunlah infrastruktur untuk daerah yang belum memiliki jalan setapakpun, bangunlah jembatan penyebrangan supaya anak-anak kita tidak lagi naik perahu atau menggantung ditali jembatan. Kalau mau bangun kereta api, fokuslah ke proyek kereta api di Kalimantan, Sulawesi, dan di Papua,” tukasnya. (suandriansyah/Islampos)

5 Hal ini Paling Ditakuti Istri dari Suaminya

Wartadakwah.net - Sahabat pembaca, untuk sebagian besar para wanita, 5 hal berikut ini merupakan hal menakutkan yang bisa suami lakukan pada istrinya. Oleh sebab itu para suami seharusnya mengerti dan menghindari ke-5 hal ini untuk membuat istri merasa nyaman, apa sajakah? Simak pembahasannya:

1. Kekerasan dalam Rumah Tangga
Suami ringan tangan memukuli istri, menyakiti fisik dan psikis istri, tentunya hal yang amat menakutkan dan tak ingin dialami oleh wanita mana pun di dunia ini. Maka, para suami hendaknya menyadari kewajiban mereka untuk melindungi istri dan bukannya malah menyakitinya. 

2. Perselingkuhan
Istri mana pun tentu saja akan takut suaminya melakukan perselingkuhan, baik yang dilakukan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. 

3. Terkena PHK
Biasanya seorang istri akan ketar-ketir jika suaminya terkena PHK dan tak lagi bekerja untuk menafkahi keluarga. Bagaimana pun sudah kodrat wanita ingin selalu dilindungi dan diayomi, oleh sebab itu suami yang terkena PHK sekalipun harus bisa berjuang untuk tetap menunaikan kewajiban terhadap istri dan anak.
 
4. Poligami
Suami menikah lagi alias poligami juga sering kali menjadi hal menakutkan bagi istri, tidak semua istri siap untuk diduakan, penting bagi suami untuk selalu berkomunikasi dengan istri jika memang suami merasa telah mampu dan siap melakukan poligami, jangan sampai membuat istri takut dan anak-anak trauma. 

5. Lebih memilih yang lain daripada istri
Suami lebih memilih teman-temannya, pekerjaannya, atau bahkan ibunya sekalipun, akan membuat istri merasa 'takut' dan tidak percaya diri. Apa yang membuat sang suami lebih memilih pihak lain daripada memenangkan kebahagiaan istrinya sendiri?
 
Demikianlah beberapa hal yang membuat istri takut, semoga Allah meridhoi suami yang senantiasa melindungi istrinya.[ddy/ummi-onlie]

Rahasia Shalat Tahajud yang Mencengangkan Banyak Orang

Ilustrasi/Net
Wartadakwah.net - Shalat tahajud adalah satu-satunya shalat sunnah yang disebutkan dalam Al Qur’an. Hukumnya wajib bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sunnah bagi umatnya. Demikian dijelaskan Ibnu Katsir ketika menafsirkan Surat Al Isra’ ayat 79.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا


“Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajud-lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (QS. Al Isra’: 79)


Makna tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidur. Waktunya terbentang mulai setelah isya’ hingga sebelum Subuh, dengan didahului tidur. Dan waktu paling utamanya adalah di sepertiga malam yang terakhir.


Sering kali shalat tahajud disebut qiyamul lail meskipun qiyamul lain bersifat umum; menghidupkan malam dengan ibadah baik tahajud, shalat witir, maupun tarawih.


Shalat tahajud dikerjakan dua rakaat salam – dua rakaat salam. Paling sedikit dua rakaat, dan Rasulullah biasa mengerjakannya delapan rakaat.


Siapa yang biasa mengerjakan shalat tahajud, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan maqaman mahmuda baginya. Maqaman mahmuda bagi Rasulullah adalah kedudukan mulia memberikan syafaat di akhirat. Sedangkan bagi umatnya, maqaman mahmuda adalah kedudukan mulia di sisi Allah Azza wa Jalla.


Selain mendapatkan kedudukan mulia di akhirat, orang-orang yang ahli shalat tahajud juga akan mendapatkan kedudukan yang mulia di dunia. Allah akan memberinya kemuliaan dan kewibawaan.

وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ


“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya” (HR. Hakim; hasan)


Ketika seorang mukmin mengerjakan shalat tahajud di sepertiga malam yang terakhir, ia akan mendapatkan ampunan, kebaikan, dan pengabulan doa. Sebab dalam shalat terhimpun permohonan ampunan, kebaikan dan doa-doa. Apalagi jika ditambah doa lainnya setelah shalat tahajud maka lengkaplah sudah.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ


“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari)


Hasan Al Basri menjelaskan bahwa shalat tahajud bisa membuat wajah seorang mukmin cerah karena ia telah menyendiri dengan Allah, kemudian Allah mengenakan kepadanya cahaya dari cahaya-Nya. Adapun orang yang suka berbuat dosa dan kemaksiatan, mereka pasti terhalang dari shalat sunnah yang paling utama ini.

Dalam penelitian ilmiah di era modern diketahui bahwa shalat tahajud juga bermanfaat secara medis. Orang yang terbiasa menjalankan tahajud, ia relatif lebih sehat dibandingkan orang-orang yang tidak mengerjakannya. Sejumlah buku tentang manfaat shalat tahajud secara medis telah ditulis dan diterbitkan untuk semakin menguatkan motivasi kita, meskipun niatnya harus tetap ikhlas karena Allah semata. [Beda]

Ini Hikmah Di Balik Perintah Menghitung Dzikir dengan Ruas Jari

Wartadakwah.net - Dzikir adalah ibadah yang utama. Dalam sebuah riwayat disebutkan, perbandingan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dengan orang yang mati. Kebutuhan manusia terhadap dzikir tak ubahnya kebutuhan ikan terhadap air.

Disebutkan secara hasan dalam Sunan Abu Dawud dan Sunan at-Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberitahukan kepada seorang shahabiyah yang ikut hijrah ke Madinah agar menghitung dzikir dengan menggunakan ruas jari tangan.

Apakah hikmah di balik perintah ini?

امرهن ان يراعين بالتكبيروالتقديس والتهليل وان يعقدن بالانامل، فانهن مسؤولات مستنطقات

Anna an-nabiyya amara hunna an-yura’iina bi at-takbiiri wa at-taqdiisi wa at-tahliili, wa an-ya’qidna bil anaamili, fa innahunna mas-uulaatun mustanthiqaatun.
Nabi memerintahkan kaum wanita agar selalu membiasakan amalan dengan membaca takbir, taqdis, dan tahlil. Semua itu agar dihitung dengan ruas jari-jari tangannya. Karena di Hari Kiamat kelak, ruas-ruas jari tangan tersebut akan dimintai keterangan dan dituntut untuk berbicara.

Riwayat menghitung dzikir dengan ruas tangan ini juga diperkuat dengan satu riwayat yang tersebut dalam Sunan at-Tirmidzi, Sunan Abu dawud, Sunan an-Nasa’i secara shahih dari ‘Abdullah bin ‘Umar,

رايت رسول الله صلى الله عليه وسلم يعقدالتسبيح. و في رواية: بيمينه

Ra-aitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ya’qidu at-tasbih. Wa fi riwayatin: biyamiinihi.

“Aku,” kata ‘Abdullah bin ‘Umar, “telah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghitung-hitung bacaan tasbihnya.” Di dalam riwayat dari jalur lain juga disebutkan, “(Rasulullah menghitung bacaan dzikir) dengan jari tangan kanannya.”

Inilah hikmah agungnya. Apalagi terkait penggunaan biji tasbih, para ulama’ berbeda pendapat. Sebagian membolehkannya, sebagian lainnya tidak menganjurkan bahkan menganggapnya sebagai amalan bid’ah.

Sedangkan menggunakan ruas jari tangan, maka amalan ini langsung direkomendasikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melalui riwayat dari ‘Abdullah bin ‘Umar yang termaktub dalam tiga kitab Sunan yang utama dalam Islam.

Kelak, jari-jemari itulah yang akan bersaksi di hadapan Allah Ta’ala di Hari Kiamat. Bahwa ruas jari-jari tersebut digunakan untuk berdzikir menyebut-nyebut nama Allah Ta’ala.
Subhanallah… Alhamdulillah… Allahu akbar. Wallahu a’lam. [Pirman/BeDa]


Top